Di antara sekian banyak produk DJI, DJI Phantom 3 Standard punya tempat tersendiri. Diluncurkan pada 2015, drone ini menyasar segmen consumer dengan pendekatan yang cukup berbeda dari kompetitor — bahkan dari produk DJI lainnya.
Spesifikasi dan Fitur Utama DJI Phantom 3 Standard
Dari sisi hardware, DJI Phantom 3 Standard membawa sensor kamera 1/2.3 inch beresolusi 12 MP yang mampu merekam video hingga 2.7K/30fps. Berat total drone 1216g dengan flight time 25 menit — angka yang standar untuk kelasnya. Jangkauan transmisi video mencapai 1 km. Beberapa fitur unggulan termasuk GPS, vision positioning, intelligent flight modes. Harga retail di kisaran $499.
Kelebihan DJI Phantom 3 Standard
Untuk kelasnya, DJI Phantom 3 Standard menawarkan paket fitur yang cukup lengkap dan seimbang antara performa dan harga.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Sensor 1/2.3 inch memang standar di kelasnya, tapi performanya di low-light kurang optimal. Kalau sering terbang saat golden hour atau senja, hasilnya mungkin kurang memuaskan. Dengan berat 1216g, drone ini memerlukan registrasi dan sertifikasi remote pilot untuk operasi komersial. Pastikan kamu sudah punya izin yang diperlukan sebelum menerbangkan.
Cocok untuk Siapa?
DJI Phantom 3 Standard cocok untuk berbagai keperluan — dari fotografi dan videografi udara, content creation untuk media sosial, hingga proyek komersial ringan seperti foto real estate dan dokumentasi event.
Di Solo dan kota-kota besar Indonesia lainnya, banyak pilot drone yang memulai bisnis mereka dengan drone consumer seperti ini. Kunci suksesnya bukan di seberapa mahal dronenya, tapi seberapa kompeten pilotnya. Dan kompetensi itu dibangun dari pelatihan pilot drone yang terstruktur dan jam terbang yang konsisten.
Kalau kamu berencana menggunakan DJI Phantom 3 Standard untuk keperluan komersial, ingat bahwa regulasi Indonesia mewajibkan sertifikasi remote pilot untuk setiap operasi drone komersial. Ini bukan sekadar formalitas — sertifikasi memastikan kamu operasikan drone dengan aman dan profesional.
Verdict: Layak Beli atau Skip?
Drone entry-level yang memperkenalkan banyak orang ke dunia fotografi udara. Kualitas kamera lumayan untuk harganya, meskipun sudah tertinggal jauh dibanding drone modern.
Drone ini paling cocok untuk pemula yang mau belajar terbang dengan budget terbatas. Kalau profil kamu sesuai dengan deskripsi itu, DJI Phantom 3 Standard bisa jadi investasi yang sangat tepat.
Tips Mengoptimalkan DJI Phantom 3 Standard di Lapangan
Saat menerbangkan DJI Phantom 3 Standard di dekat laut atau danau, waspadai interferensi kompas dari mineral di pasir atau air. Lakukan calibration kompas di lokasi sebelum terbang. Dan tentu saja, hindari terbang terlalu rendah di atas air — drone dan air itu bukan teman baik.
Untuk mendapatkan hasil foto dan video terbaik dari DJI Phantom 3 Standard, terbang di golden hour — sekitar 30 menit sebelum matahari terbit atau sebelum terbenam. Cahaya di jam-jam ini memberikan warna yang hangat dan shadow yang dramatis. Kalau sensor kameranya mendukung RAW, selalu shoot RAW supaya punya fleksibilitas editing yang lebih luas.
Kalau kamu baru pertama kali menerbangkan DJI Phantom 3 Standard, mulai di area terbuka yang jauh dari gedung, pohon, dan orang. Naikkan drone pelan-pelan, rasakan responsnya, coba manuver dasar seperti hover, yaw, dan figure-eight. Baru setelah nyaman, coba di environment yang lebih kompleks.
Baterai DJI Phantom 3 Standard punya performa optimal di suhu 20-40°C. Kalau terbang di dataran tinggi yang dingin — misalnya di sekitar Bromo atau Dieng — hangatkan baterai dulu sebelum terbang. Beberapa pilot biasanya simpan baterai di saku jaket supaya tetap hangat.
Aksesori yang Direkomendasikan
Micro SD card juga penting — gunakan yang minimal V30/U3 untuk recording 4K yang lancar. SanDisk Extreme Pro atau Samsung EVO Plus biasanya jadi pilihan aman. Kapasitas minimal 64GB, idealnya 128GB supaya nggak perlu sering ganti di lapangan.
Kalau kamu serius pakai DJI Phantom 3 Standard untuk kerja, investasi di tablet yang bagus untuk monitor juga worth it. iPad Mini jadi favorit banyak pilot karena ukurannya pas — nggak terlalu besar tapi layarnya cukup terang dan responsif untuk preflight planning dan monitoring.
Apa Kata Komunitas Pilot Drone?
Beberapa pilot profesional di Makassar yang saya kenal menggunakan DJI Phantom 3 Standard sebagai workhorse harian mereka. Salah satu hal yang mereka apresiasi adalah reliability — drone DJI memang jarang bermasalah kalau di-maintain dengan baik. Firmware update rutin dan kalibrasi berkala jadi kunci.
Satu insight menarik dari pilot-pilot berpengalaman di Solo: jangan terlalu tergoda untuk selalu upgrade ke drone terbaru. DJI Phantom 3 Standard mungkin bukan yang paling baru, tapi kalau kemampuannya masih sesuai kebutuhan kamu, investasi di skill dan sertifikasi jauh lebih berharga daripada beli drone baru setiap tahun.
Regulasi dan Sertifikasi untuk Mengoperasikan DJI Phantom 3 Standard
Sebelum menerbangkan DJI Phantom 3 Standard — atau drone apapun — untuk keperluan komersial di Indonesia, pastikan kamu sudah memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. PM 37/2020 mengatur tentang pengoperasian drone di ruang udara Indonesia, termasuk batasan ketinggian, zona terbang, dan persyaratan registrasi.
Untuk operasi komersial, sertifikasi remote pilot adalah syarat mutlak. Proses mendapatkan sertifikasi melibatkan pelatihan pilot drone di lembaga yang terakreditasi oleh Ditjen Hubud, diikuti dengan ujian teori dan praktik. Materi pelatihannya mencakup regulasi penerbangan, aerodinamika, meteorologi, navigasi, dan prosedur keselamatan.
Investasi dalam sertifikasi bukan hanya soal legalitas. Klien profesional — terutama di sektor enterprise — akan selalu memilih pilot bersertifikasi. Dan dengan drone se-capable DJI Phantom 3 Standard, sayang banget kalau potensinya nggak dimaksimalkan karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.
No Comments
Leave a comment Cancel