Tahun 2020, DJI merilis DJI Agras T20 dan langsung menarik perhatian banyak pilot drone — baik yang pemula maupun profesional. Saya sudah mengumpulkan berbagai informasi dan pengalaman dari komunitas untuk memberikan review yang komprehensif tentang drone ini.
Spesifikasi dan Fitur Utama DJI Agras T20
Dari sisi spesifikasi, DJI Agras T20 hadir dengan bobot Varies dan flight time 10 menit (full load) dalam kondisi full load. Yang jadi andalan tentu saja sistem penyemprotannya: Tank 20L, spreading system 16L, 8 nozzle, RTK built-in, omnidirectional radar. Jangkauan kontrol 5 km memungkinkan operasi di lahan yang cukup luas. Di pasar, drone ini dibanderol sekitar $18000.
Kelebihan DJI Agras T20
Untuk sektor pertanian Indonesia, drone ini menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding penyemprotan manual. Pilot bisa mencakup area yang luas dalam waktu singkat dengan presisi yang konsisten. RTK positioning memberikan akurasi sentimeter — ini game-changer untuk pemetaan dan survei profesional. Tanpa RTK, kamu butuh banyak GCP (Ground Control Point) yang memakan waktu.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Flight time 10 menit (full load) terasa cukup pendek. Kamu perlu bawa baterai cadangan yang cukup untuk sesi terbang yang produktif. Harga $18000 memang nggak murah. Ini investasi serius yang harus dipertimbangkan matang, terutama dari sisi ROI untuk penggunaan komersial.
Cocok untuk Siapa?
DJI Agras T20 dirancang untuk kebutuhan profesional dan enterprise. Di Indonesia, drone ini banyak digunakan di sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan keamanan publik. Perusahaan-perusahaan besar di Makassar dan kota lainnya sudah mulai mengadopsi platform ini untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Untuk inspeksi infrastruktur — tower telekomunikasi, SUTT/SUTET, jembatan, gedung bertingkat — DJI Agras T20 menawarkan kemampuan yang sulit ditandingi metode konvensional. Pilot bisa mendapatkan data visual berkualitas tinggi tanpa harus menempatkan pekerja di ketinggian yang berbahaya.
Perlu dicatat bahwa untuk mengoperasikan DJI Agras T20 secara komersial di Indonesia, pilot harus memiliki sertifikasi remote pilot yang sesuai dan izin operasi dari Ditjen Hubud. Memahami regulasi PM 37/2020 dan CASR Part 107 juga wajib.
Verdict: Layak Beli atau Skip?
T20 membawa kapasitas ke level baru — 20L spraying plus 16L spreading system. RTK built-in memastikan jalur penerbangan presisi. Omnidirectional radar mendeteksi halangan di segala arah.
Drone ini paling cocok untuk operator pertanian profesional. Kalau profil kamu sesuai dengan deskripsi itu, DJI Agras T20 bisa jadi investasi yang sangat tepat.
Tips Mengoptimalkan DJI Agras T20 di Lapangan
Kalau kamu baru pertama kali menerbangkan DJI Agras T20, mulai di area terbuka yang jauh dari gedung, pohon, dan orang. Naikkan drone pelan-pelan, rasakan responsnya, coba manuver dasar seperti hover, yaw, dan figure-eight. Baru setelah nyaman, coba di environment yang lebih kompleks.
Untuk mendapatkan hasil foto dan video terbaik dari DJI Agras T20, terbang di golden hour — sekitar 30 menit sebelum matahari terbit atau sebelum terbenam. Cahaya di jam-jam ini memberikan warna yang hangat dan shadow yang dramatis. Kalau sensor kameranya mendukung RAW, selalu shoot RAW supaya punya fleksibilitas editing yang lebih luas.
Angin adalah musuh terbesar pilot drone. Sebelum terbang dengan DJI Agras T20, cek perkiraan cuaca dan kecepatan angin di lokasi. Aplikasi seperti UAV Forecast atau Windy sangat membantu untuk perencanaan flight. Aturan umum: kalau angin di ground level sudah terasa kencang, di ketinggian 100 meter bisa jauh lebih kencang lagi.
Baterai DJI Agras T20 punya performa optimal di suhu 20-40°C. Kalau terbang di dataran tinggi yang dingin — misalnya di sekitar Bromo atau Dieng — hangatkan baterai dulu sebelum terbang. Beberapa pilot biasanya simpan baterai di saku jaket supaya tetap hangat.
Ekosistem dan Support
Mengoperasikan DJI Agras T20 bukan cuma soal drone-nya. Kamu butuh ekosistem pendukung: generator untuk charging baterai di lapangan, kendaraan untuk transportasi chemical dan peralatan, serta crew yang terlatih. Satu unit drone pertanian biasanya dioperasikan oleh tim 2-3 orang — pilot, pengawas keselamatan, dan teknisi.
DJI menyediakan DJI Smart Agriculture Management Platform untuk perencanaan route dan monitoring operasi. Platform ini terintegrasi dengan DJI Agras T20 dan memudahkan manajemen lahan, tracking coverage, dan pelaporan. Untuk operasi skala besar, software ini sangat membantu.
Dari sisi regulasi, operasi drone pertanian di Indonesia juga harus mengikuti aturan PM 37/2020. Drone harus terdaftar, pilot harus punya sertifikasi remote pilot, dan operasi penyemprotan harus memperhatikan jarak dari pemukiman. Pelatihan drone khusus pertanian biasanya mencakup semua aspek ini.
Apa Kata Komunitas Pilot Drone?
Di forum dan grup Facebook pilot drone Indonesia, DJI Agras T20 sering jadi topik diskusi. Pertanyaan yang paling sering muncul biasanya seputar setting kamera optimal, tips mengatasi wind warning, dan rekomendasi aksesori. Kalau kamu baru beli drone ini, bergabung dengan komunitas online bisa sangat membantu.
Beberapa pilot profesional di Solo yang saya kenal menggunakan DJI Agras T20 sebagai workhorse harian mereka. Salah satu hal yang mereka apresiasi adalah reliability — drone DJI memang jarang bermasalah kalau di-maintain dengan baik. Firmware update rutin dan kalibrasi berkala jadi kunci.
Regulasi dan Sertifikasi untuk Mengoperasikan DJI Agras T20
Sebelum menerbangkan DJI Agras T20 — atau drone apapun — untuk keperluan komersial di Indonesia, pastikan kamu sudah memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. PM 37/2020 mengatur tentang pengoperasian drone di ruang udara Indonesia, termasuk batasan ketinggian, zona terbang, dan persyaratan registrasi.
Untuk operasi komersial, sertifikasi remote pilot adalah syarat mutlak. Proses mendapatkan sertifikasi melibatkan pelatihan pilot drone di lembaga yang terakreditasi oleh Ditjen Hubud, diikuti dengan ujian teori dan praktik. Materi pelatihannya mencakup regulasi penerbangan, aerodinamika, meteorologi, navigasi, dan prosedur keselamatan.
Investasi dalam sertifikasi bukan hanya soal legalitas. Klien profesional — terutama di sektor enterprise — akan selalu memilih pilot bersertifikasi. Dan dengan drone se-capable DJI Agras T20, sayang banget kalau potensinya nggak dimaksimalkan karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.
No Comments
Leave a comment Cancel