1. Review

Review DJI Agras T25: Spesifikasi, Kelebihan, Kekurangan, dan Rekomendasi

Review kali ini membahas DJI Agras T25, salah satu produk yang cukup banyak ditanyakan di komunitas pilot drone di Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Pertanyaannya selalu sama: apakah worth it? Mari kita bedah satu per satu.

Spesifikasi dan Fitur Utama DJI Agras T25

Dari sisi spesifikasi, DJI Agras T25 hadir dengan bobot Varies dan flight time Varies dalam kondisi full load. Yang jadi andalan tentu saja sistem penyemprotannya: Tank 20L, spreading 25kg, dual atomized nozzle, binocular vision, RTK built-in, IP67 core module. Jangkauan kontrol 7 km memungkinkan operasi di lahan yang cukup luas. Di pasar, drone ini dibanderol sekitar $12000+.

Kelebihan DJI Agras T25

Untuk sektor pertanian Indonesia, drone ini menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding penyemprotan manual. Pilot bisa mencakup area yang luas dalam waktu singkat dengan presisi yang konsisten. RTK positioning memberikan akurasi sentimeter — ini game-changer untuk pemetaan dan survei profesional. Tanpa RTK, kamu butuh banyak GCP (Ground Control Point) yang memakan waktu.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Harga $12000+ memang nggak murah. Ini investasi serius yang harus dipertimbangkan matang, terutama dari sisi ROI untuk penggunaan komersial.

Cocok untuk Siapa?

DJI Agras T25 dirancang untuk kebutuhan profesional dan enterprise. Di Indonesia, drone ini banyak digunakan di sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan keamanan publik. Perusahaan-perusahaan besar di Surabaya dan kota lainnya sudah mulai mengadopsi platform ini untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Untuk inspeksi infrastruktur — tower telekomunikasi, SUTT/SUTET, jembatan, gedung bertingkat — DJI Agras T25 menawarkan kemampuan yang sulit ditandingi metode konvensional. Pilot bisa mendapatkan data visual berkualitas tinggi tanpa harus menempatkan pekerja di ketinggian yang berbahaya.

Perlu dicatat bahwa untuk mengoperasikan DJI Agras T25 secara komersial di Indonesia, pilot harus memiliki sertifikasi remote pilot yang sesuai dan izin operasi dari Ditjen Hubud. Memahami regulasi PM 37/2020 dan CASR Part 107 juga wajib.

Verdict: Layak Beli atau Skip?

Penerus T20 dengan desain yang lebih refined. Dual atomized nozzle memberikan penyemprotan yang lebih halus dan merata. IP67 pada modul inti berarti tahan debu dan air — penting untuk operasi di lapangan.

Drone ini paling cocok untuk operator pertanian menengah ke atas. Kalau profil kamu sesuai dengan deskripsi itu, DJI Agras T25 bisa jadi investasi yang sangat tepat.

Tips Mengoptimalkan DJI Agras T25 di Lapangan

Sebelum menerbangkan DJI Agras T25, selalu lakukan pre-flight check menyeluruh. Periksa kondisi baterai, propeller, gimbal, dan pastikan firmware sudah di-update ke versi terbaru. Ini kedengarannya basic, tapi percaya deh — banyak insiden yang terjadi gara-gara skip pre-flight check.

Untuk pekerjaan komersial, selalu bawa minimal 3 baterai DJI Agras T25. Satu untuk flight utama, satu cadangan, dan satu lagi untuk jaga-jaga. Nggak ada yang lebih menyebalkan daripada kehabisan baterai di tengah sesi foto klien.

Kalau menggunakan DJI Agras T25 untuk foto real estate atau properti, terbang di ketinggian 30-50 meter untuk establishing shot dan 10-20 meter untuk detail shot. Gunakan mode panorama kalau tersedia untuk menangkap konteks lingkungan sekitar properti.

Untuk mendapatkan hasil foto dan video terbaik dari DJI Agras T25, terbang di golden hour — sekitar 30 menit sebelum matahari terbit atau sebelum terbenam. Cahaya di jam-jam ini memberikan warna yang hangat dan shadow yang dramatis. Kalau sensor kameranya mendukung RAW, selalu shoot RAW supaya punya fleksibilitas editing yang lebih luas.

Ekosistem dan Support

Mengoperasikan DJI Agras T25 bukan cuma soal drone-nya. Kamu butuh ekosistem pendukung: generator untuk charging baterai di lapangan, kendaraan untuk transportasi chemical dan peralatan, serta crew yang terlatih. Satu unit drone pertanian biasanya dioperasikan oleh tim 2-3 orang — pilot, pengawas keselamatan, dan teknisi.

DJI menyediakan DJI Smart Agriculture Management Platform untuk perencanaan route dan monitoring operasi. Platform ini terintegrasi dengan DJI Agras T25 dan memudahkan manajemen lahan, tracking coverage, dan pelaporan. Untuk operasi skala besar, software ini sangat membantu.

Dari sisi regulasi, operasi drone pertanian di Indonesia juga harus mengikuti aturan PM 37/2020. Drone harus terdaftar, pilot harus punya sertifikasi remote pilot, dan operasi penyemprotan harus memperhatikan jarak dari pemukiman. Pelatihan drone khusus pertanian biasanya mencakup semua aspek ini.

Apa Kata Komunitas Pilot Drone?

Satu insight menarik dari pilot-pilot berpengalaman di Surabaya: jangan terlalu tergoda untuk selalu upgrade ke drone terbaru. DJI Agras T25 mungkin bukan yang paling baru, tapi kalau kemampuannya masih sesuai kebutuhan kamu, investasi di skill dan sertifikasi jauh lebih berharga daripada beli drone baru setiap tahun.

Di forum dan grup Facebook pilot drone Indonesia, DJI Agras T25 sering jadi topik diskusi. Pertanyaan yang paling sering muncul biasanya seputar setting kamera optimal, tips mengatasi wind warning, dan rekomendasi aksesori. Kalau kamu baru beli drone ini, bergabung dengan komunitas online bisa sangat membantu.

Regulasi dan Sertifikasi untuk Mengoperasikan DJI Agras T25

Sebelum menerbangkan DJI Agras T25 — atau drone apapun — untuk keperluan komersial di Indonesia, pastikan kamu sudah memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. PM 37/2020 mengatur tentang pengoperasian drone di ruang udara Indonesia, termasuk batasan ketinggian, zona terbang, dan persyaratan registrasi.

Untuk operasi komersial, sertifikasi remote pilot adalah syarat mutlak. Proses mendapatkan sertifikasi melibatkan pelatihan pilot drone di lembaga yang terakreditasi oleh Ditjen Hubud, diikuti dengan ujian teori dan praktik. Materi pelatihannya mencakup regulasi penerbangan, aerodinamika, meteorologi, navigasi, dan prosedur keselamatan.

Investasi dalam sertifikasi bukan hanya soal legalitas. Klien profesional — terutama di sektor enterprise — akan selalu memilih pilot bersertifikasi. Dan dengan drone se-capable DJI Agras T25, sayang banget kalau potensinya nggak dimaksimalkan karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.

Comments to: Review DJI Agras T25: Spesifikasi, Kelebihan, Kekurangan, dan Rekomendasi

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.