Tahun 2022, DJI merilis DJI Agras T40 dan langsung menarik perhatian banyak pilot drone — baik yang pemula maupun profesional. Saya sudah mengumpulkan berbagai informasi dan pengalaman dari komunitas untuk memberikan review yang komprehensif tentang drone ini.
Spesifikasi dan Fitur Utama DJI Agras T40
Dari sisi spesifikasi, DJI Agras T40 hadir dengan bobot Varies dan flight time Varies dalam kondisi full load. Yang jadi andalan tentu saja sistem penyemprotannya: Tank 40L, spreading 50kg, coaxial twin-rotor design, active phased array radar, IP67. Jangkauan kontrol 7 km memungkinkan operasi di lahan yang cukup luas. Di pasar, drone ini dibanderol sekitar $22000+.
Kelebihan DJI Agras T40
Untuk sektor pertanian Indonesia, drone ini menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding penyemprotan manual. Pilot bisa mencakup area yang luas dalam waktu singkat dengan presisi yang konsisten.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Harga $22000+ memang nggak murah. Ini investasi serius yang harus dipertimbangkan matang, terutama dari sisi ROI untuk penggunaan komersial.
Cocok untuk Siapa?
DJI Agras T40 dirancang untuk kebutuhan profesional dan enterprise. Di Indonesia, drone ini banyak digunakan di sektor pertambangan, konstruksi, energi, dan keamanan publik. Perusahaan-perusahaan besar di Medan dan kota lainnya sudah mulai mengadopsi platform ini untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Untuk inspeksi infrastruktur — tower telekomunikasi, SUTT/SUTET, jembatan, gedung bertingkat — DJI Agras T40 menawarkan kemampuan yang sulit ditandingi metode konvensional. Pilot bisa mendapatkan data visual berkualitas tinggi tanpa harus menempatkan pekerja di ketinggian yang berbahaya.
Perlu dicatat bahwa untuk mengoperasikan DJI Agras T40 secara komersial di Indonesia, pilot harus memiliki sertifikasi remote pilot yang sesuai dan izin operasi dari Ditjen Hubud. Memahami regulasi PM 37/2020 dan CASR Part 107 juga wajib.
Verdict: Layak Beli atau Skip?
Desain coaxial twin-rotor yang unik memungkinkan drone ini membawa 40L liquid atau 50kg spreading material. Active phased array radar-nya borrowed dari teknologi militer. Ini top-of-the-line drone pertanian.
Drone ini paling cocok untuk agribisnis skala besar, perusahaan perkebunan. Kalau profil kamu sesuai dengan deskripsi itu, DJI Agras T40 bisa jadi investasi yang sangat tepat.
Tips Mengoptimalkan DJI Agras T40 di Lapangan
Kalau menggunakan DJI Agras T40 untuk foto real estate atau properti, terbang di ketinggian 30-50 meter untuk establishing shot dan 10-20 meter untuk detail shot. Gunakan mode panorama kalau tersedia untuk menangkap konteks lingkungan sekitar properti.
Untuk pekerjaan komersial, selalu bawa minimal 3 baterai DJI Agras T40. Satu untuk flight utama, satu cadangan, dan satu lagi untuk jaga-jaga. Nggak ada yang lebih menyebalkan daripada kehabisan baterai di tengah sesi foto klien.
Saat menerbangkan DJI Agras T40 di dekat laut atau danau, waspadai interferensi kompas dari mineral di pasir atau air. Lakukan calibration kompas di lokasi sebelum terbang. Dan tentu saja, hindari terbang terlalu rendah di atas air — drone dan air itu bukan teman baik.
Kalau kamu baru pertama kali menerbangkan DJI Agras T40, mulai di area terbuka yang jauh dari gedung, pohon, dan orang. Naikkan drone pelan-pelan, rasakan responsnya, coba manuver dasar seperti hover, yaw, dan figure-eight. Baru setelah nyaman, coba di environment yang lebih kompleks.
Ekosistem dan Support
Mengoperasikan DJI Agras T40 bukan cuma soal drone-nya. Kamu butuh ekosistem pendukung: generator untuk charging baterai di lapangan, kendaraan untuk transportasi chemical dan peralatan, serta crew yang terlatih. Satu unit drone pertanian biasanya dioperasikan oleh tim 2-3 orang — pilot, pengawas keselamatan, dan teknisi.
DJI menyediakan DJI Smart Agriculture Management Platform untuk perencanaan route dan monitoring operasi. Platform ini terintegrasi dengan DJI Agras T40 dan memudahkan manajemen lahan, tracking coverage, dan pelaporan. Untuk operasi skala besar, software ini sangat membantu.
Dari sisi regulasi, operasi drone pertanian di Indonesia juga harus mengikuti aturan PM 37/2020. Drone harus terdaftar, pilot harus punya sertifikasi remote pilot, dan operasi penyemprotan harus memperhatikan jarak dari pemukiman. Pelatihan drone khusus pertanian biasanya mencakup semua aspek ini.
Apa Kata Komunitas Pilot Drone?
Beberapa pilot profesional di Solo yang saya kenal menggunakan DJI Agras T40 sebagai workhorse harian mereka. Salah satu hal yang mereka apresiasi adalah reliability — drone DJI memang jarang bermasalah kalau di-maintain dengan baik. Firmware update rutin dan kalibrasi berkala jadi kunci.
Di forum dan grup Facebook pilot drone Indonesia, DJI Agras T40 sering jadi topik diskusi. Pertanyaan yang paling sering muncul biasanya seputar setting kamera optimal, tips mengatasi wind warning, dan rekomendasi aksesori. Kalau kamu baru beli drone ini, bergabung dengan komunitas online bisa sangat membantu.
Regulasi dan Sertifikasi untuk Mengoperasikan DJI Agras T40
Sebelum menerbangkan DJI Agras T40 — atau drone apapun — untuk keperluan komersial di Indonesia, pastikan kamu sudah memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku. PM 37/2020 mengatur tentang pengoperasian drone di ruang udara Indonesia, termasuk batasan ketinggian, zona terbang, dan persyaratan registrasi.
Untuk operasi komersial, sertifikasi remote pilot adalah syarat mutlak. Proses mendapatkan sertifikasi melibatkan pelatihan pilot drone di lembaga yang terakreditasi oleh Ditjen Hubud, diikuti dengan ujian teori dan praktik. Materi pelatihannya mencakup regulasi penerbangan, aerodinamika, meteorologi, navigasi, dan prosedur keselamatan.
Investasi dalam sertifikasi bukan hanya soal legalitas. Klien profesional — terutama di sektor enterprise — akan selalu memilih pilot bersertifikasi. Dan dengan drone se-capable DJI Agras T40, sayang banget kalau potensinya nggak dimaksimalkan karena keterbatasan sertifikasi dan kompetensi.
No Comments
Leave a comment Cancel